Glossarium RFID

Dapatkan pengetahuan terkait dengan teknologi RFID lewat rangkaian kosakata ini!

finding glossarium of RFID

A

  • Active RFID: RFID tag yang dilengkapi dengan sumber daya (biasanya baterai) yang memungkinkan sinyal lebih kuat dan jarak baca lebih jauh. Digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pelacakan real-time.
  • Antenna: Komponen yang digunakan untuk mengirimkan dan menerima sinyal radio antara RFID reader dan RFID tag. Antena menentukan jangkauan dan keakuratan sistem RFID.

B

  • Backscatter: Teknik komunikasi yang digunakan oleh tag RFID pasif. Tag memantulkan sinyal yang diterima dari reader untuk mengirimkan informasi identifikasi.
  • Barcode: Metode lain untuk pelacakan dan identifikasi otomatis yang sering dibandingkan dengan RFID. RFID menawarkan keuntungan seperti kemampuan untuk membaca tanpa garis pandang (line of sight).

C

  • Chipless RFID: Teknologi RFID tanpa chip silikon, yang menggunakan pola unik pada tag untuk menyimpan informasi, biasanya lebih murah namun memiliki keterbatasan data.
  • Closed Loop RFID: Sistem RFID yang digunakan secara internal dalam satu perusahaan atau organisasi, tanpa berbagi data dengan entitas eksternal.

D

  • Data Rate: Kecepatan transfer data antara tag RFID dan reader, yang dapat mempengaruhi efisiensi sistem.
  • Detuning: Fenomena di mana kinerja antena RFID terganggu oleh benda logam atau cairan di dekatnya.

E

  • Electromagnetic Interference (EMI): Gangguan yang disebabkan oleh medan elektromagnetik lain di lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi kinerja sistem RFID.
  • Electronic Product Code (EPC): Standar identifikasi unik yang digunakan untuk melacak produk menggunakan RFID. EPC adalah kode yang disimpan di dalam RFID tag.

F

  • Far-Field Communication: Jenis komunikasi RFID di mana tag dapat dibaca dari jarak jauh (hingga beberapa meter) karena menggunakan gelombang radio yang dipantulkan.
  • Frequency Hopping: Teknik yang digunakan dalam komunikasi RFID untuk menghindari gangguan dengan mengganti frekuensi sinyal secara teratur.

G

  • Gen 2: Singkatan dari Generation 2, merupakan standar RFID UHF yang dikembangkan oleh EPCglobal untuk meningkatkan interoperabilitas, keamanan, dan efisiensi dalam implementasi RFID.
  • Global Positioning System (GPS): Teknologi yang kadang diintegrasikan dengan RFID untuk memberikan pelacakan lokasi yang lebih rinci pada objek yang bergerak.

H

  • Handheld Reader: Reader RFID portabel yang memungkinkan pengguna untuk membaca tag RFID saat bergerak, sering digunakan dalam inventarisasi atau pengecekan stok.
  • High-Frequency (HF): Rentang frekuensi RFID (13.56 MHz) yang memiliki jangkauan baca lebih pendek, tetapi lebih tahan terhadap interferensi dari logam dan cairan.

I

  • Interrogator: Istilah lain untuk RFID reader, perangkat yang memancarkan sinyal radio untuk membaca data dari tag RFID.
  • Inventory Management: Aplikasi RFID yang populer untuk melacak dan mengelola stok barang di gudang secara real-time.

J

  • Jamming: Proses disengaja untuk mengganggu sinyal RFID, biasanya sebagai tindakan keamanan untuk mencegah komunikasi antara tag dan reader.

K

  • Kilohertz (kHz): Satuan frekuensi yang lebih rendah dari megahertz, digunakan dalam RFID Low-Frequency (LF), yang memiliki jangkauan baca pendek namun lebih efektif di lingkungan yang penuh logam.

L

  • Low-Frequency (LF): Rentang frekuensi RFID yang berkisar antara 30 kHz hingga 300 kHz, sering digunakan untuk pelacakan hewan atau lingkungan yang memiliki banyak logam.
  • Localization: Penggunaan RFID untuk menentukan lokasi objek atau orang secara real-time.

M

  • Middleware: Perangkat lunak yang menghubungkan perangkat keras RFID (tag, reader) dengan sistem informasi lain untuk pemrosesan data.
  • Microwave RFID: RFID yang beroperasi pada frekuensi sangat tinggi (GHz), dengan jarak baca yang jauh, tetapi lebih rentan terhadap interferensi lingkungan.

N

  • Near-Field Communication (NFC): Subset dari RFID HF, NFC memungkinkan komunikasi jarak sangat pendek (biasanya di bawah 10 cm), digunakan dalam aplikasi seperti pembayaran nirkontak.
  • Noise: Gangguan dalam sinyal RFID yang dapat menyebabkan kesalahan baca, sering disebabkan oleh sumber elektronik lain di sekitar.

O

  • Open Loop RFID: Sistem RFID yang digunakan oleh beberapa organisasi, memungkinkan pertukaran data tag antar sistem yang berbeda.
  • Omnidirectional Antenna: Antena yang dapat menerima atau mengirim sinyal ke segala arah, sehingga memperluas jangkauan baca RFID.

P

  • Passive RFID: RFID tag yang tidak memiliki sumber daya internal. Tag ini mendapatkan energinya dari sinyal yang dipancarkan oleh RFID reader, dengan jangkauan yang lebih pendek.
  • Protocol: Aturan komunikasi yang digunakan antara tag RFID dan reader untuk memastikan pertukaran data yang tepat dan efisien.

Q

  • Query: Sinyal yang dikirim oleh RFID reader untuk mengaktifkan dan meminta data dari RFID tag yang berada dalam jangkauannya.

R

  • Radio Frequency (RF): Gelombang elektromagnetik yang digunakan dalam sistem RFID untuk mengirim dan menerima data.
  • Range: Jarak maksimum di mana tag RFID dapat dibaca oleh reader, yang dipengaruhi oleh frekuensi dan jenis tag (aktif atau pasif).

S

  • Smart Label: Label yang menggabungkan RFID tag dengan barcode atau informasi cetak lainnya, memungkinkan pelacakan otomatis dengan berbagai teknologi.
  • Security: Perlindungan data dalam sistem RFID untuk mencegah akses tidak sah dan memastikan integritas informasi.

T

  • Tag: Komponen utama RFID yang berisi chip dan antena untuk menyimpan dan mengirimkan data ke reader.
  • Transponder: Istilah lain untuk RFID tag, perangkat yang merespons sinyal dari RFID reader.

U

  • Ultra-High Frequency (UHF): Rentang frekuensi RFID antara 300 MHz hingga 3 GHz, memungkinkan jangkauan baca yang lebih panjang dan sering digunakan dalam aplikasi industri dan ritel.
  • Unique Identifier (UID): Nomor unik yang disimpan di dalam RFID tag untuk mengidentifikasi objek atau orang.

V

  • Vendor Managed Inventory (VMI): Sistem di mana vendor menggunakan RFID untuk memantau stok di tempat pelanggan dan secara otomatis mengelola pasokan barang.

W

  • Wearable RFID: RFID tag yang dirancang untuk dipakai oleh manusia atau hewan, sering digunakan dalam pelacakan personal atau manajemen acara.
  • Write Range: Jarak di mana RFID reader dapat menulis data ke tag, berbeda dengan jangkauan baca yang biasanya lebih panjang.

X

  • XML (Extensible Markup Language): Format standar untuk menyimpan dan mentransfer data dalam aplikasi RFID, mempermudah integrasi dengan sistem lain.

Y

  • Yield: Persentase tag RFID yang berhasil dibaca oleh reader selama operasi, sering menjadi indikator kinerja sistem RFID.

Z

  • Zone of Influence: Area di sekitar antena RFID di mana tag dapat dibaca, yang bergantung pada kekuatan sinyal dan lingkungan sekitar.

By TUDI. Recovered from original TUDI article on . Original technical guidance should be assessed for your actual devices and site.

Discuss this application